Oleh: fahripeblog | Oktober 18, 2009

Indonesia Raja Gempa ! Waspadalah…

Bookmark and Share


Dari google earth, gambar yang di tandai titik – titik putih keabua –abuan adalah dimana gempa yang sering terjadi, semakin banyak titikya semakin banyak pula gempanya.

gempa1Gambar 1 : Episentrum gempa dunia kawasan asia pasifik

Dari gambar di atas jelaslah sudah bahwa indonesia memang ”wajar” keseringan gempa. Saingan indonesia adalah jepang dan filipina. Dan dengan kaitan teoritis bahwa indonesia terletak pada pertemuan 3 Lempeng Tektonik ; lempeng Pasifik, lempeng eurasia dan lempeng autralia-india. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Aktifitas pergerakan lempeng tersebut menyebabkan beberapa hal antara lain gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera dan yang menjadi momok umat manusia yang sebut Gempa Bumi alias Tanah Goyang atau orang malaysia bilang Bumi Berseronok(?)…… :P

Cincin Api PasifikGambar 2 : Ring of fire

Kebanyakan gunung berapi yang aktif di dunia berada di atas batas lempeng, seperti Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) di Lempeng Pasifik yang paling aktif dan dikenal luas. Silahkan ingat – ingat sendiri berapa gunung api yang terdapat di indonesia. Disampaing rumahku ada gunung api loh ! ( Gunung Lokon ) …:D

gempa2Gambar 3 : Episentrum gempa di indonesia

Khusus di indonesia kayaknya cuma kalimantan yang hampir tidak tersentuh titik – titik putih ini.
Semoga bermanfaat…..

Referensi : Wikipedia, Richocean

Oleh: fahripeblog | Oktober 18, 2009

Awan

Awan Cirrus

Awan Cirrus

Awan adalah gumpalan uap air yang terapung di atmosfir. Ia kelihatan seperti asap berwarna putih atau kelabu di langit.
Pembentukan awan
Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi dengan dua cara:
1.Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
2.Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfir lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.
Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan.
Namun jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan hilanglah awan itu. Inilah yang
Baca Lanjutannya…

Oleh: fahripeblog | Agustus 30, 2009

Gunung berapi

Mahameru-volcano

Mahameru-volcano

Gunung berapi atau gunung api, namun secara umum istilah tersebut dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat dia meletus.

Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Purwodadi, Jawa Tengah. Masyarakat sekitar menyebut fenomena di Kuwu tersebut dengan istilah Bledug Kuwu

Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.
Baca Lanjutannya…

Oleh: fahripeblog | Agustus 12, 2009

Garis lintang dan Garis bujur

lintang - bujurUntuk menentukan suatu tempat secara tepat di permukaan bumi biasanya digunakan garis geografi yang diakui secara internasional. Garis geografi tersebut ada dua yaitu : Garis lintang dan Garis Bujur.

Garis Lintang

Garis lintang itu adalah garis maya yang melingkari bumi ditarik dari arah barat hingga ke timur atau sebaliknya , sejajar dengan equator (garis khatulistiwa). Garis lintang terus melingkari bumi, dari equator hingga ke bagian kutub utara dan kutub selatan bumi. Menurut penamaannya, kelompok garis yang berada di sebelah selatan equator disebut Lintang Selatan (S). Sedangkan kelompok garis yang berada di sebelah utara equator disebut Lintang Utara (U). Jarak antar garis dihitung dalam satuan derajat. Garis lintang yang tepat berada pada garis khatulistiwa disebut sebagai 0º (nol derajat). Makin ke utara atau ke selatan, angka derajatnya makin besar hingga pada angka 90º (Sembilan puluh derajat) pada ujung kutub utara atau kutub selatan. Satuan derajat bisa juga disebut Jam sehingga setiap derajat terbagi menjadi 60 menit (diberi symbol “) dan setiap menit terbagi lagi menjadi 60 detik (diberi symbol ‘). Jika misalnya garis lintang suatu tempat tertulis seperti ini : 57º 27″ 14′ S, maka dibaca sebagai 57 derajat 27 menit 14 detik Lintang Selatan. Pada system pemetaan internasional huruf U sebagai Lintang Utara diganti dengan huruf N (North). Sedangkan Lintang Selatan tetap menggunakan huruf S karena Selatan dalam bahasa Inggris (South) juga berawalan huruf S.
Baca Lanjutannya…

Oleh: fahripeblog | Agustus 12, 2009

Hujan

HujanHujan merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut). Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga.

Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut menguap, berubah menjadi awan, terkumpul menjadi awan mendung, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula.

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori