Oleh: fahripeblog | Agustus 9, 2009

mengenal listrik

listrikSejak kapan listrik ada?
Listrik ada bersamaan dengan terciptanya alam raya ini, ledakan petir adalah bagian gejala alam dan petir bisa di sebut sebagai listrik alami. Dalam empat abad terakhir, para ilmuwan sedikit demi sedikit mulai rnengungkap misteri listrik. Kemajuan dalam pengungkapan ini berhubungan erat dengan kemajuan ilmu pengetahuan lain. Para ilmuan telah mengubah energi listrik yang sebelumnya tak terkontrol menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kita. Pada masa awal eksperimen tentang listrik, para ilmuwan tidak memiliki baterei untuk menyimpan listrik. Sebagai pengganti listrik itu, mereka membuat sendiri dengan menggosokkan dua benda tertentu.
Berikut adalah beberapa ilmuan dan eksperimennya terhadap listrik :
o William Gilbert ( 1600an ) mengemukakan gagasannya tentang dua jenis listrik yang diperoleh dari penggosokkan itu. Benda yang bermuatan listrik sejenis akan saling menolak, sementara benda yang bermuatan listrik berbeda akan saling menarik.

o Benyamin A. Franklin juga percaya bahwa ada dua jenis muatan listnik. Muatan itu dapat melompat ke benda lain dan menimbulkan bunga api.
o Francis Hauksbee mengembangkan generator elektrostatik yang pertama kali pada tahun 1710, mampu menghasilkan muatan listrik yang semakin besar.
o Stephen Grey pada tahun 1720, mengemukakan bahwa setiap benda yang bersentuhan dengan benda yang bcrmuatan listrik akan dengan sendirinya bermuatan listrik. Pemindahan muatan ini yang kemudian dikenal dengan nama hantaran listrik.
o Charles de Coulomb (1736-1806) adalah ilmuwan pertama yang mengukur bagaimana muatan listrik bereaksi. Yang di kenal hingga sekarang sebagai satuan muatan listrik ( Coulomb )
o Alessandro Volta pada tahun 1800 membuat sketsa tumpukan volta berbentuk U, yang merupakan baterei berukuran praktis pertama. Satuan potensial listrik yang merupakan kekuatan atau tegangan listrik dari muatan yang mengalir dinamakan volt.
o Andre-Marie Ampere (1775-1836) adalah ahli fisika dan matematika perancis, bapak elektro dinamika, penemu elektromagnet (magnet listrik), penemu hukum elektro magnet atau hukum Ampere, penemu jarum astatik; guru besar fisika, kimia, dan matematika; anggota Akademi sain (1814), pemikir, dan pengarang.
o James Watt (1736-1819) di pertengahan abad 19 menemukan mesin uap yang memicu revolusi industri, di mana satuan daya listrik menggunakan namanya, watt.
o Michael Faraday (1791-1867) pada 1831menemukan bahwa bila magnet dilalui sepotong kawat, arus akan mengalir di kawat, sedangkan magnet bergerak. Keadaan ini disebut “pengaruh elektromagnetik” dan penemuan ini disebut “Hukum Faraday” . “Hukum Faraday” memiliki arti penting dalam hubungan dengan pengertian teoretis kita tentang elektromagnetik, elektromagnetik dapat dipergunakan sebagai penggerak secara terus-menerus arus aliran listrik seperti yang digunakan oleh Faraday dalam pembuatan dinamo listrik pertama.
o Thomas Alva Edison (1847 –1931) menemukan lampu pijar, gramophone, telegrapah. Edison telah mempatentkan sekitar dari 1.093 hasil penemuannya
Bagaimana hubungan muatan, arus, tegangan, daya dan energi listrik ?
Orang bisa mengatakan ini air karena jelas air itu tampak wujudnya, orang bisa katakan ini api karena jelas api itu wujudnya seperti apa. Tapi orang katakan ini listrik ? bagaimana mungkin ??? listrik bisa terlihat karena akibat atau efeknya, bukan karena wujudnya. Lampu menyala, Motor berputar, Komputer bekerja dan lain – lain adalah efek listik. Listrik sendiri adalah bagian dari siklus energi ( Ingat hukum kekekalan energi), dimana energi sebetulnya tidak dapat dihasilkan dan tidak dapat pula di musnahkan, energi hanya berpindah dari satu bentuk ke bentuk lain ; energi gerak , energi panas, energi kimia di rubah menjadi energi listrik dan kemudian energi listrik kembali di rubah kembali menjadi berbagi macam energi. Jadi listrik adalah salah satu bentuk energi yang praktis, serbaguna dan sangat bermanfaat. Energi listrik dipengaruhi oleh Arus listrik (i), Tegangan (v ) dan waktu (t).
Keuntungan menggunakan energi listrik:
a. Mudah diubah menjadi energi bentuk lain.
b. Mudah disalurkan
c. Tidak banyak menimbulkan polusi/ pencemaran lingkungan
Arus listrik adalah muatan yang mengalir dalam satuan waktu dengan simbol i (dari bahasa prancis, intensite), dengan kata lain arus adalah muatan yang bergerak. Muatan akan bergerak jika ada energi luar yang mempengaruhinya. Muatan adalah satuan terkecil dari atom dan sub bagian dari atom. Dimana dalam teori atom modern menyataka atom terdiri dari partikel inti ( proton bermuatan +, dan neutron bersifat netral ) yang dikelilingi oleh muatan elektron (-), normalnya atom bermuatan netral. Muatan terdiri dari muatan positif dan muatan negatif. Suatu partikel dapat menjadi muatan positif apabila kehilangan elektron dan menjadi negatif apabila menerima elektron dari partikel lain. Coulomb (q) adalah unit dasar dari satuan SI yang digunakan untuk muatan listrik, q = muatan tergantung satuan waktu. Secara matematis arus di defenisikan
i = dq / dt satuannya Ampere (A)
dalam teori rangkaian listrik, arus merupakan pergerakan muatan positif. Ketika terjadi beda potensial disuatu elemen atau komponen maka akan muncul arus dimana arus positif mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah.
Tegangan atau seringkali di sebut beda potensial ; Voltage ( bahasa inggris ) adalah kerja yang dilakukan untuk menggerakkan muatan ( sebesar 1 coulomb ) pada elemen atau komponen dari satu terminal/kutub terminal/kutub lainnya, atau pada kedua terminal/kutub akan mempunyai beda potensial jika kita menggerakkan / memindahkan muatan sebesar sebesar satu coulomb dari satu terminal ke terminal lainnya. Keterikatan antara kerja yang dilakukan sebenarnya adalah energi yang yang di keluarkan, sehingga pengertian diatas dapat dipersingkat bahwa tegangan adalah energi persatuan coulomb. Defenisi matematisnya : v = dw / dq.
Energi listrik merupakan suatu bentuk energi yang berasal dari sumber arus. Energi listrik dapat diubah menjadi bentuk lain. Jika arus listrik mengalir pada suatu penghantar yang berhambatan (r) , maka sumber arus akan mengeluarkan energi pada penghantar yang bergantung pada beda potensial (v), arus listrik (i) dan waktu (t). Dimana r = v / i atau v = i.r , maka persamaan energi listrik(w) dapat dirumuskan dalam bentuk :
w = v.i.t
w = (i.r.)i.t………..volt ampere detik atau watt detik atau joule
Daya listrik (P) adalah banyaknya energi tiap satuan waktu dimana pekerjaan sedang berlangsung atau kerja yang dilakukan persatuan waktu. Dari definisi ini, maka daya listrik dapat di rumuskan : daya = energi/waktu
P = w/t
P = v.i.t/t
P = v.i…….volt ampere atau watt atau joule/detik
Jika daya dinyatakan dalam kilowatt (kW) dan waktu dalam jam, maka satuan energi adalah kilowatt jam atau kilowatt-hour (kWh).

Semoga bermanfaat.

Rujukan :
Zuhal.1986,.Dasar Teknik Tenaga Listrik. ITB Bandung


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: