Oleh: fahripeblog | Agustus 11, 2009

Kota Tomohon

logotomohonKota Tomohon
Kota Tomohon adalah salah satu kota di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Sebelum tahun 2003 merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Minahasa. Dalam perkembangannya, Tomohon mengalami banyak sekali kemajuan, sehingga ada aspirasi dari warganya untuk meningkatkan status Tomohon menjadi sebuah kota. Tomohon menjadi daerah otonom (kota) dengan disahkannya Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon di Provinsi Sulawesi Utara oleh DPR RI. Namun, peresmiannya baru pada tanggal 4 Agustus 2003.

Status

Sebelum Tomohon disahkan menjadi sebuah kota otonom, terlebih dulu Tomohon dibagi menjadi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Tomohon Utara yang kantor camatnya terletak di jalan menuju Kayawu (termasuk Kakaskasen III), Kecamatan Tomohon Tengah kantor camatnya di Kelurahan Talete (Kuranga) dan Kecamatan Tomohon Selatan yang letak kantor camat pertama di Kelurahan Lansot kini telah dipindahkan ke Kelurahan Walian. Akan tetapi, pada saat ini Tomohon sudah dibagi menjadi lima kecamatan, yaitu tiga kecamatan sebelumnya dan ditambah dua lagi, yaitu Kecamatan Tomohon Barat yang letak kantor camatnya di Kelurahan Woloan I dan Kecamatan Tomohon Timur yang letak kantor camatnya di Kelurahan Paslaten I.

Saat ini Tomohon sudah memiliki anggota DPRD sendiri, secara otomatis terjadi peningkatan status desa menjadi kelurahan (berdasarkan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang telah direvisi dengan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah), di mana hampir semua desa yang ada di Kota Tomohon kini menjadi kelurahan dan secara bertahap telah diresmikan. Namun ada 5 desa yang tetap mempertahankan status desanya.

Letak geografis
Kota Tomohon berada pada 1°15′ Lintang Utara dan 124°50′ Bujur Timur. Luas Kota Tomohon berdasarkan keputusan UU RI Nomor 10 Tahun 2003 sekitar 11.420 Ha dengan jumlah penduduk mencapai 87.719 jiwa.

Kota Tomohon terletak di ketinggian kira-kira 700-800 meter dari permukaan laut (dpl), dikelilingi oleh 3 gunung berapi aktif yaitu Gunung Lokon (1.689 m), Gunung Mahawu (1.311 m) dan Gunung Masarang. Suhu di Kota Tomohon pada waktu siang mampu mencapai 30 derajat Celsius dan 23-24 derajat Celsius pada waktu malam hari.

Batas wilayah
Kota Tomohon memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
Utara : Kecamatan Pineleng (Kabupaten Minahasa)
Selatan : Kecamatan Sonder (Kabupaten Minahasa)
Timur : Kecamatan Tondano Utara (Kabupaten Minahasa)
Barat : Kecamatan Tombariri (Kabupaten Minahasa)

Pendidikan
Sejak dulu Tomohon dikenal sebagai kota pendidikan dan kota agama, karena di sinilah para misionaris dari negeri Belanda menetap dan membuka sekolah-sekolah, rumah sakit dan menjadi pusat penyebaran agama Kristen di Tanah Minahasa. Tomohon memiliki fasilitas pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi atau universitas. Fasilitas pendidikan ini dikelola oleh pemerintah dan swasta. Beberapa universitas atau sekolah tinggi yang ada di Tomohon, antara lain:
o Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) yang dikelola oleh Yayasan GMIM Ds. AZR. Wenas (Kristen Protestan).
o Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (Unsrit) yang dikelola oleh Yayasan Dharma Bhakti (Budha).
o Akademi Fisioterapi (Akfis) “Santu Lukas” yang dikelola oleh Yayasan Manuel Runtu (Katolik).
o Akademi Keperawatan (Akper) “Gunung Maria” yang dikelola oleh Yayasan Ratna Miriam (Katolik).
o Akademi Keperawatan (Akper) “Bethesda” yang dikelola oleh Yayasan GMIM Ds. AZR. Wenas (Kristen Protestan).

o Sekolah Tinggi Theologia “Parakletos” yang dikelola oleh Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah (Kristen Pentakostal).
Keanekaragaman hayati
Iklim Tomohon yang sejuk merupakan ciri tersendiri di Provinsi Sulawesi Utara. Keanekaragaman hayati ini menjadi tantangan untuk didalami. Melalui salah satu yayasan yang bergerak di bidang penyelamatan lingkungan dilakukanlah sebuah ekspedisi pencarian tanaman asli Tomohon. Setelah dilakukan ekspedisi penelitian ke pedalaman Gunung Masarang oleh Yayasan Masarang bekerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, telah ditemukan berbagai spesies flora dan fauna langka yang hanya terdapat di Sulawesi. Sebagian tanaman langka tersebut kini telah disemaikan di persemaian Yayasan Masarang yang nantinya akan dijadikan bagian dari kebun raya baru di Gunung Masarang. Kebun raya ini diharapkan akan menjadi penyedia benih, fasilitas pendidikan lingkungan hidup, proyek kerja sama serta objek ekowisata untuk turis lokal dan mancanegara.

Jenis flora dan fauna yang berhasil ditemukan antara lain:
Nepenthes masarangense, bufo celebensis (katak bertanduk), oleh penduduk setempat sering disebut karaksungean.
Ficus minahassae, schefflera actinophylla, yang merupakan salah satu flora asli Tomohon.

Potensi daerah
Pada 8 Februari 2006 untuk pertama kalinya diadakan Parade Bunga di Tomohon untuk merangsang wisata dan budi daya bunga. Parade bunga ini oleh Walikota Tomohon dijadikan kalender tetap tahunan. Pada bulan Juni 2008 diselenggarakan Tomohon Flowers Festival (TFF) sebagai kelanjutan dari Parade Bunga yang diadakan 8 Februari 2006.
Sosial Kemasyarakatan

Suku Bangsa
Mayoritas masyarakat Tomohon adalah suku Tombulu, namun terdapat pula suku Toutemboan yang mendiami ujung Utara kota Tomohon tepatnya di Desa Tinoor yang terdiri dari Tinoor Satu dan Tinoor dua, disamping itu pula Kota Tomohon di diami juga suku-suku lainnya, baik yang ada di di Minahasa, Sulawesi Utara dan suku lainnya di Indonesia.

Bahasa
Bahasa yang digunakan pada masyarakat Tomohon adalah Bahasa Indonesia dengan aksen khas dan Bahasa Tombulu (bahasa daerah)

Agama
Masyarakat Kota Tomohon memeluk beragam agama dan menjadi pusat penyebaran agama Kristen di Minahasa. Kini pembangunan Kantor Pusat Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dalam tahap penyelesaian. Gereja Katolik Roma juga memiliki banyak pemeluk dengan sejarah yang panjang di Tomohon. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh untuk wilayah Tomohon dan Minahasa Selatan berpusat di Tomohon. Di Tomohon juga terdapat pemeluk agama Buddha yang memiliki vihara di Kelurahan Kakaskasen III, dan pemeluk agama Islam.

Rumah sakit
Terdapat dua rumah sakit di kota Tomohon, yakni rumah sakit peninggalan Belanda Mariaheuvel Ziekenhuis yang didirikan pada tanggal 11 Februari 1930 oleh para biarawati JMJ yang kemudian dikenal dengan nama Rumah Sakit Umum (RSU) Gunung Maria. Rumah sakit ini berkapasitas 250 tempat tidur dan merupakan rumah sakit swasta terbesar di Sulawesi Utara, saat ini sedang dikembangkan rumah sakit yang ramah terhadap lingkungan, motto dari Rumah sakit ini adalah “By the spirit and model of our mother mary we are here to care and serve you”. Ada juga satu rumah sakit milik GMIM yaitu RSU Bethesda yang didirikan tahun 1950-an. Pasien yang datang ke dua rumah sakit ini selain dari Tomohon, banyak yang berasal dari luar Tomohon, bahkan juga dari Manado.

Pemerintahan
Kota Tomohon terdiri dari 5 kecamatan yang terbagi dalam 32 kelurahan dan desa. Walikota Tomohon saat ini adalah Jefferson S.M. Rumajar dan Wakil Walikota Linneke S. Smits-Watoelangkow.

Kecamatan
Tomohon Utara
Tomohon Tengah
Tomohon Timur
Tomohon Barat
Tomohon Selatan

Perekonomian
Dulu Tomohon dikenal sebagai pusat produsen sayur-sayuran, kini predikat itu telah beralih ke Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan. Tomohon kini dikenal sebagai produsen bunga (kembang) di Provinsi Sulawesi. Tidak hanya itu, letaknya yang diapit oleh tiga gunung aktif: Lokon, Mahawu, dan Masarang menjadikan wilayah ini sebagai daerah yang subur dan sebagai daerah wisata karena hawanya yang sejuk. Pasar Tomohon dulunya adalah pasar tradisional terbesar di Minahasa. Di mana dijual berbagai macam jenis daging antara lain: daging sapi, babi, anjing, tikus pohon, kelelawar dan ayam. Daging yang dijual sangat segar karena dijagal di situ juga. Di situ juga dijual berbagai jenis ikan laut dan ikan air tawar. Karena Pasar Tomohon lebih lengkap, lebih murah, dan lebih segar dagingnya, banyak orang Manado yang malah khusus datang berbelanja di Pasar Tomohon.

Transportasi
Sarana angkutan umum yang beroperasi di Tomohon adalah:
Angkutan Darat berupa:
Mikrolet (dalam kota, jarak dekat).
Bus (Antar kota, dalam provinsi, antar provinsi).
Bendi & Ojek (wilayah tertentu).

Seni dan budaya
Seni Tari yang ada di Tomohon sama dengan di Minahasa umumnya, antara lain:
Tari Katrili
Tari Maengket
Tari Pisok
Tari Kabasaran (Tari Perang)

Seni Musik yang ada di Tomohon antara lain:
Musik Bambu (Bahannya berasal dari bambu dan campuran jenis musik dari kuningan)
Musik Bia (berasal dari cangkang binatang laut)
Musik Kolintang (bahannya terbuat dari kayu yang dipotong berbilah kemudian diletakkan menutupi sebuah kotak persegi panjang dan kini mulai digalakkan kembali)

Pada tanggal 22 April 2006 bertempat di amfiteater milik Yayasan Masarang di Kelurahan Woloan I, oleh Pakasaan Tombulu (yakni suatu organisasi adat khusus berbahasa Tombulu yang meliputi Kecamatan Pineleng, Kecamatan Tombariri (Minahasa) dan Kota Tomohon) berhasil memindahkan satu buah waruga, yaitu makam leluhur suku Minahasa, yang diiringi berbagai tarian asli Minahasa. Tujuan dari pemindahan waruga ini adalah untuk mengumpulkan semua waruga yang masih tersebar di berbagai tempat di Tomohon ke sebuah kompleks pekuburan waruga yang berlokasi di sekitar amfiteater untuk tetap dipelihara dan dilestarikan.

(Dari berbagai Sumber )
Rujukan : Wikipedia


Responses

  1. […] kang ?” Kata salah satu temanku dan ditimpali salah satu temanku lagi. ”jangankan Manado, Tomohon saja daerah yang suhu udaranya dikenal dingin udah kerasa panasnya bagaimana dengan kota – kota […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: